A. Pengertian Toleransi
Didalam gambar sketsa selain bentuk proyeksi dan pencantuman ukuran,
sangatlah diperlukan suatu petunjuk tambahan yang berfungsi memudahkan
dalam pengerjaan benda kerja. Didalam sketsa benda kerja, kita sangat
memerlukan suatu batas ataupun syarat yang nantinya akan sangat
membantu didalam proses pemesinan benda tersebut. Didalam penunjukkan
pengukuran diperlukan suatu batas-batas penyimpangan, sehingga nantinya
suatu benda berpasangan akan cenderung lebih mudah dibuat dan
dirangkaikan, sesuai dengan keinginan siperencana. Untuk itulah, didalam
gambar sketsa, sangat dibutuhkan suatu penunjukkan ketelitian yang
nantinya akan mempermudah proses produksi, yang sering kita kenal dengan
istilah toleransi.
Penunjukkan toleransi sangatlah
mutlak didalam pembuatan gambar, baik gambar sketsa maupun gambar kerja.
Toleransi yang digunakan didalam gambar kerja, adalah toleransi
berpasangan, yaitu berupa toleransi poros dan lubang. Didalam
penunjukkan toleransi, terdapat beberapa penunjukan toleransi, yaitu :
toleransi umum dan toleransi khusus, dimana keduanya mempunyai batas
minimal dan maksimal dari ukuran nominal yang telah ditentukan.
B. Jenis Toleransi
Toleransi yang akan dicantumkan didalam gambar sketsa yaitu :
1. Toleransi Umum
Toleransi umum, adalah batas toleransi yang diijinkan, tanpa
penunjukan pengkodean berupa huruf, biasanya toleransi ini berlaku
menyeluruh pada benda kerja yang tidak memerlukan ketelitian yang
tinggi, hanya saja semakin panjang ataupun semakin besar benda yang
diproses, maka semakin besar juga toleransi yang dipergunakannya.
Toleransi ini dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu : toleransi panjang,
toleransi radius dan kemiringan serta toleransi sudut. Berikut batas
toleransi umum yang telah disyaratkan menurut SN. 258440